Mahasiswa Pecinta Alam Stisipol Pahlawan 12 (Maspala) Berhasil Mendaki Gunung Rinjani

Dua mahasiswa STISIPOL Bangka Pecinta Alam Pahlawan 12 (MASPALA) nyatanya berhasil menginjakan kakinya di puncak gunung berapi tertinggi kedua di tanah air yakni Gunung Rinjani, Lombok Nusa Tenggara Barat dengan ketinggian 3726 mdpl.

“Naik Rinjani sudah cita-cita dari semenjak saya kenal yang namanya alam dan gunung berapi tertinggi kedua, tetapi baru sekarang bisa tercapai, dan juga kenapa saya harus memberanikan diri untuk naik Rinjani karena di situlah saya melatih fisik dan mencari ilmu tentang alam bebas,” kata Sholihin berkisah pengalamanya.

Untuk naik Rinjani dia menggunakan  jalur Sembalun pada tanggal 23 Juli sampai puncak Rinjani itu 25 Juli 2018, sedangkan turun dari tanggal 25 sampai 28 Juli 2018 dari jalur Senaru.

Sholihin yang juga Ketua MASPALA itu mengungkapkan pendakian gunung Rinjani memang harus dipersiapkan matang-matang karena membutuhkan tenaga dan fisik yang kuat agar bisa sampai pada summit Rinjani yang sangat terjal dan penuh dengan pasir campur batu kerikil.

“Persiapan fisik, logistik itu sangat penting. Alhamdulillah kita sampai dengan selamat walaupun banyak rintangan dan medan yang berat kita bisa melaluinya, dan disinilah kami merasakan persahabatan yang sejati, pendakian kali ini banyak ilmu yang kami serap terutama tentang bagaimana memanajemen makanan,” kata mahasiswa administrasi negara itu.

Saat usai  turun gunung, Sholihin mengaku riak gempa begitu terasa bahkan saat itu masih ada sekitar 560 pendaki terjebak di Rinjani dan sebagian lagi dalam proses evakuasi usai gempa yang berkekuatab 6,4 SR.

“Ya, Kami kena gempa pas udah dibawah gunung. Pas dikaki gunung Rinjani,” kata mahasiswa semester lima itu.

Senada penuh bangga, partner Sholihin, Rinda Oktari  mengungkapkan rasa suka cita pada keberhasilannya, mendaki gunung hingga ke puncak Rinjani, apalagi turun kembali hingga ke kaki gunung, dia bersama partnernya dalam kondisi selamat.

“Sampai puncak memang keinginan tapi pulang dengan selamat adalah sesungguhnya keberhasilannya tujuan. Dan semua itu membutuh niat, tekad dan usaha yang kuat walaupun adanya gempa dilakukan perlahan-lahan tapi jangan pernah menyerah pada keadaan.” ungkap Rinda, mahasiswa semester tujuh itu