Stisipol Pahlawan 12 Menjadi Pusat Studi Pembangunan Berkelanjutan & Perubahan Iklim

Stisipol Pahlawan 12 baru-baru ini meresmikan Pusat Studi Pembangunan Berkelanjutan dan Perubahan Iklim. Pusat studi ini diresmikan berbaremgan dengan Seminar Nasional dengan tema “Sinergitas dalam Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan 2030” yang digelar Stisipol Pahlawan 12, di Graha Kampus, Kamis (5/9/2019) lalu.

Kegiatan tersebut menghadirkan pembicara dari Smeru Research Institue Jakarta yang juga menjadi partner kampus Stisipol dalam menjalankan Pusat Studi yang baru saja diresmikan. Selain itu, hadir pula pembicara dari Pt Timah dan Ketua Stisipol Pahlawan 12.

Panitia mengundang perwakilan dari berbagai pihak untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDSs) agar bisa bersinergi dan memberikan sumbangsih dalam bidang masing-masing seperti perwakilan Pemerintah Provinsi, Pemerintah Daerah, Lembaga Swadaya Masyarakat, Perwakilan BEM Universitas di Bangka Belitung, mahasiswa serta staff dan dosen Stisipol.

“Dengan mengundang berbagai pihak dari berbagai latar belakang, saya harap kita semua dapat bekerja sama mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan 2030. Perlu adanya keseimbangan antara sektor ekonomi, social, dan lingkungan serta penelitian yang fokus dalam mengimplementasikan konsep ini. Oleh karena itu, pusat studi baru ini diharapkan dapat bermanfaat dalam mendukung SDGs,” kata Ketua Stisipol Pahlawan 12, Darol Arkum melalui rilis yang diterima Bangka Pos, Minggu (8/9/2019).

Peneliti dari Smeru Research Institute Akhmadi mengatakan, masih ada permasalahan politik & ekonomi dalam mengimplementasikan konsep Pembangunan Berkelanjutan serta masih ada permasalahan prinsip dan koordinasi dengan berbagai pihak. Lebih jauh, Akhmadi menambahkan perlu adanya masukan dari pihak non-pemerintah sebagai pengawas eksternal.

Sementara itu, Ria Wardhani Pawan sebagai perwakilan dari PT Timah, menuturkan bahwa PT.Timah berkomitmen dalam melaksanakan reklamasi pasca tambang. “Lahan yang sudah di reklamasi tidak akan diganggu lagi demi mengembalikan kondisi semula lahan tersebut,” ucapnya.

Seminar kemarin diwarnai dengan beberapa pertanyaan dan masukan dari perwakilan tamu undangan. Perwakilan Pemprov Babel yang hadir mengapresiasi seminar tersebut.

“Kami sangat senang sekali bisa hadir di kegiatan ini, dimana kita dapat berbicara mengenai pembangunan berkelanjutan yang menjadi konsep dalam mengatasi masalah kita bersama. Perlu adanya optimalisasi sinergi dan kami siap untuk ikut serta bersama-sama mewujudkannya,” tuturu Kepala Dinas Lingkungan Hidup provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Eko Kurniawan.