header-int

Prediksi Dosen Stisipol Pahlawan 12 Tentang Pertarungan Rebut kursi Kekuasaan di Pilkada 2020

Jumat, 06 Mar 2020, 01:01:47 WIB - 34 View
Share
Prediksi Dosen Stisipol Pahlawan 12 Tentang Pertarungan Rebut kursi Kekuasaan di Pilkada 2020

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 diadakan serentak di Provinsi Bangka Belitung meliputi Kabupaten Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan dan Belitung Timur.

Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOL) Pahlawan 12 Sungailiat, Bambang Ari Satria mengatakan dinamika pilkada terjadi pada empat daerah tersebut, ada petahana habis-habisan mempertahankan kursi kekuasaan dan ada pula penantang yang siap memperebutkan kursi petahana. "Dari empat kabupaten, yang paling mencolok untuk menantang petahana ada di Bangka Tengah, yakni hadirnya Didit Srigusjaya. Kami kira, perebutan kekuasaan di Bangka Tengah mendapat perhatian lebih dari khalayak. Setelah itu, Bangka Barat. Penantang petahana akan sepadan jika Nasdem memunculkan H Sukirman," ungkap Bambang saat dikonfirmasi bangkapos.com, Kamis (5/3/2020).

Lebih lanjut, ia membicarakan terkait politik identitas, masih menjadi persoalan dalam demokrasi termasuk di Bangka Belitung, Pendekatan mayoritas dan pendekatan minoritas sebaiknya tak lagi dijadikan alat ukur dalam kontestasi pilkada,Indikator untuk memilih calon kepala daerah adalah seberapa kompeten calon yang akan dipilih. "Kalau petahana, bagaimana implementasi kebijakan yang pro rakyat selama memimpin. Bila penantang, apakah visi misi menukik untuk kepentingan publik. Ini yang idealnya menjadi tolak ukur. Berpeganglah pada pancasila dan buang jauh-jauh politik identitas," jelasnya.

Selanjutnya, singgung mengenai Partai Politik (Parpol), ada beberapa parpol yang dominan dan dinyatakan siap untuk menyambut pilkada 2020, "Satu diantaranya PDIP(Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan), partai tersebut kami lihat lebih siap secara infrastruktur politik. Kadernya sangat militan hingga level ranting. Selain itu, basis penentu kandidat untuk dicalonkan adalah survei. Kebutuhan publik terkait siapa sosok yang didambakan alat ukurnya jelas di PDIP," sebut Bambang.

Bambang juga berpendapat bahwa sosok yang dibutuhkan publik hari ini dalam kontestasi pilkada di Bangka Belitung adalah sosok yang dinilai mampu untuk memperbaiki perekonomian masyarakat.

"Ini yang menjadi pekerjaan utamanya. Siapa yang mampu menjanjikan memperbaiki kebutuhan ekonomi masyarakat secara realistis dan tidak muluk-muluk, kami kira akan menjadi pertimbangan utama dipilih publik," jelasnya.

Menurutnya, dalam masa pilkada nanti perlu pendekatan kepada pemilih pemula atau pun milenial tentu berbeda dengan pemilih tua.

"Segmentasi ini perlu mendapat perhatian lebih dari calon kandidat maupun tim kandidat. Artinya, perlu pendalaman terkait apa yang dibutuhkan oleh pemilih pemula. Jangan salah resep untuk meraih simpati pemilih pemula yang ujungnya malah mendapat antipati," saran Bambang.

Satu diantara resepnya untuk meraih simpati pemilih pemula, misalnya pemanfaatan media sosial dalam menyampaikan pesan kampanye.

Selain itu, khusus pengurus partai tidak hanya bicara menang saja, tapi bagaimana masyarakat pemilih hadir ke TPS.

Fungsi edukasi politik tentu harus dikedepankan, pengurus parpol harus eksis dalam menjalankan fungsi dasar parpol, mulai dari pendidikan politik, sosialisasi politik hingga komunikasi politik yang baik.

Lakukan secara elegan dan jangan merusak nilai-nilai demokrasi yang sudah tertata menuju ke arah lebih baik.

Unidha
© 2020 Stisipol Pahlawan 12 Follow Stisipol Pahlawan 12 : Facebook Instagram Youtube